03 April 2017

Bukan Bakat

| |
Otot kepenulisan itu dibentuk dari latihan dan latihan. Ketika Anda gigih menulis, pelan-pelan otot kepenulisan Anda akan semakin terlihat. Apalagi jika itu dibarengi dengan gizi bacaan yang berserat tinggi. Sudah pasti dari hari ke hari Anda akan merasakan dan melihat perubahan dari cara Anda menulis dan bahkan bertutur.

Makanya, saya agak sangsi mendengar pernyataan menulis itu adalah bakat. Menulis itu kata kerja. Itu artinya dia diusahakan. Dilakukan tahap demi tahap. Menulis itu bagaimana Anda mau berproses dan menikmatinya. Itu saja.

Jika menulis adalah bakat, sungguh tidak adil Tuhan itu, dengan memberikan bakat kepada satu orang dan tidak kepada lainnya. Padahal cara kerjanya sederhana: Anda berusaha, maka Anda yang akan menikmati hasilnya.

"Bakat n 1 anugerah, fitrah, karunia, kebolehan, kemampuan, kodrat, talen, talenta; 2 bekas, kesan, tanda-tanda, tikas;3 alamat, faal, gejala, gelagat, indikasi, isyarat, pertanda, petunjuk, sinyal, tanda-tanda; berbakat a berpembawaan".

Itu kutipan dari KBBI. Jadi di situ jelas sekali bakat itu bukan pemberiaan alami yang dikira banyak orang. Atau kemampuan yang sudah dimiliki sejak azali. Bukan. Sama sekali bukan.

Lalu, apa yang dimaksud anugerah, fitrah, karunia, kodrat, dst. itu? Jika ada satu-satunya yang dibawa sejak lahir, yang merupakan anugerah, yang dimaksud fitrah, maka itu tiada lain merupakan nikmat akal, nikmat jiwa yang berpotensi menjadi dahsyat jika dikembangkan.

Sekarang Anda punya nikmat akal, pikiran bersih, yang digunakan sehari-hari. Anda menggunakannya untuk berpikir, berkomunikasi, dan berpartisipasi. Anda hidup dengan akal dan jiwa Anda. Bahkan, tanpa kedua itu Anda bukan apa-apa.

Pertanyaan besarnya: sudahkah Anda memaksimalkan apa yang Anda punyai? Mendayagunakan akal dan jiwa Anda untuk meningkatkan kemampuan dan talenta Anda? Dengan menulis? Menggunakan kata-kata di sekitar Anda?

Yakinlah, jika Anda memperbanyak latihan, akal dan jiwa Anda akan berkembang pesat. Otot kepenulisan Anda mulai akan berkembang. Hingga sampai di taraf tertentu beban apa pun yang Anda tuliskan akan terasa ringan. Seberapa pun beratnya. Percayalah!