catatan kelas menulis PI, pekan 20

11 Juni 2016 Comments Off

Kelas literasi pekan 20 berjalan apa adanya. Tanpa dua mekanisme seperti biasanya. Karena sebagian kedatangan kawankawan tanpa membawa tulisan. Hanya Putri Reski saja yang membawa tulisan. Walaupun begitu, kelas pekan ini tetap dianggap berjalan seperti harapanharapan sebelumnya.

Tulisan Putri mengambil tema parenting. Di situ dia menyoal sikapsikap orang dewasa dalam memperlakukan anak. Digambarkannya dalam hal mendidik anak sama berarti dengan mendidik sejak awal diri calon orang tua. Pengertian ini diambilnya dari hadis nabi: “didiklah anakmu 25 tahun sebelum ia lahir.”

Bicara anakanak berarti butuh pemahaman khusus. Apalagi soal bagaimana mendidiknya. Kiwari, anakanak begitu rentan dengan dunia orang dewasa. Hampir semua keperluan anakanak diintrepetasikan berdasarkan kesadaran orang dewasa. Padahal antara dunia anakanak dan kesadaran orang dewasa memiliki jarak yang jauh soal bagaimana memposisikan anakanak berdasarkan kebutuhannya.

Tak jarang dalam soal kepengasuhan, anakanak menjadi korban orang tua. Hal ini disebabkan akibat ketidakmengertian orang tua terhadap kebutuhan anakanak yang sesungguhnya. Ambil contoh, perilaku anakanak lebih banyak didasarkan kepada kebutuhan estetis untuk melakukan sesuatu dibanding orang tua yang melihat dunia dari aspek normatifnya. Dua dunia yang berbeda ini yang kadang membikin masalah bagi pertumbuhan anakanak.

Tak sedikit dalam masa pertumbuhannya, anakanak harus disesuaikan dengan kemauan orang tua. Di sini perlu kehatihatian apakah selama mendidik anak orang tua paham betul dengan kebutuhan anak dibanding kebutuhannya sebagai orang tua. Akibatnya, kadang yang terjadi sang anak lebih banyak dibentuk dengan kemauan orang tua daripada kebutuhan sang anak itu sendiri.

Alhasil banyak anakanak yang tumbuh besar dengan mananggung ambisi sang orang tua. Anakanak yang tumbuh dengan model demikian tak sedikit mengalami depresi yang mengakibatkan masa pertumbuhannya terganggu.

Lingkungan sang anakanak juga mesti diperhatikan. Tak bisa dipungkiri masa sosialisasi nilainilai melibatkan kehidupan bersama. Bagi sang anak ini adalah hal yang penting.

Anakanak semenjak awal harus diperkenalkan bagaimana menjalani kehidupan bersama. Itulah mengapa anakanak yang tumbuh dengan cara bersosialita akan memiliki kecenderungan yang berbeda dengan anakanak yang dibiarkan tumbuh di bawah kepengasuhan yang ketat.

Yang menjadi masalah jika sang anak tumbuh di dalam lingkungan yang negatif. Banyak kasuskasus kenakalan remaja jika ditelusuri akibat masa pertumbuhannya dibesarkan di dalam lingkungan yang salah. Di titik ini penting kepengawasan orang tua terhadap apaapa yang dialami sang anak saat menjalani kehidupan sosialnya.

Pola kepengasuhan juga harus memperhatikan masa pertumbuhan sang anak. Tidak mungkin menerapkan satu pola kepada masa pertumbuhan anakanak yang semakin berkembang. Dalam hal ini seorang orang tua harus tahu setiap masa umur anak membutuhkan pola pengasuhan yang berbedabeda. Jika anak berusia balita tentu berbeda jika diterapakan kepada anakanak yang beranjak dewasa. Begitu juga sebaliknya.

Yang juga kadang jadi masalah adalah banyak orang tua yang memperlakukan anaknya seperti masamasa balita. Orang tua dalam kasus ini dituntut banyak memiliki strategi dalam membangun relasi dengan anakanak yang sudah dewasa.

Kirakira seputar itulah yang diobrolkan dalam kelas literasi pekan 20. Selain pengalaman kawakawan dalam menghadapi sang anakanak yang sudah terlebih dahulu menjadi orang tua.

Di KLPI pekan 20, turut hadir Rumi. Balita sekira hampir satu tahun. Rumi buah hati pasangan Suardi dan Nasrah. Hampir semua obrolan saat itu berpangkal dari Rumi.
Yang menarik adalah pengakuan Nasrah soal kemauan masa kecilnya yang tak sempat terealisasi. Apa yang dialami Nasrah barangkali adalah juga dialami hampir setiap orang.

Uniknya, akibat semasa kecil banyak hal yang tak sempat dilakukan akibat pantangan orang tua, Nasrah mendaku impianimpiannya yang tak terealisasi tidak akan diberlakukan kepada buah hatinya, Rumi. Dengan kata lain, Rumi kelak dinyatakannya bebas melakukan apa saja sejauh merupakan keinginan yang menopang kreativitasnya.

Kebebasan dalam hal merangsang kreatifitas diakuinya sangat penting bagi pertumbuhan sang anak. Orang tua yang terlalu mengekang di satu sisi akan menjadi bumerang yang mengakibatkan sang anak akan menjadi orang yang miskin pengalaman. Anak yang tak banyak berbuat apaapa di masa pertumbuhannya akan menutup potensi besar yang bisa saja tumbuh menjadi prestasi di masa dewasa nanti.

KLPI pekan 20 selain banyak membincang soal parenting, di sesi penghujung juga sedikit membincang esaiesai dari Sulhan Yusuf. Di sesi terakhir ini, tak tanggungtanggung Sulhan Yusuf membacakan langsung beberapa esainya dari kumpulan tulisan di blognya. Dengan intonasi suara yang diatur sedemikian rupa, pembacaan esai ini menutup akhir KLPI pekan 20.

***

Yang patut disesali dari pekan 20 adalah tiadanya terbitan Kala. Ini pertama kalinya Kala tak dapat dibaca kawankawan. Masalahnya soal teknis. Tapi ini problem yang lumayan serius. Selama ini Kala hidup dari karya tulis kawankawan. Artinya jika kawankawan enggan menulis, Kala bakal tersendatsendat. Ini masalah di satu bulan terakhir.

Barangkali perlu sedikit perhatian berlebih buat Kala. Selama sebulan terakhir minat menulis kawankawan mengalami sedikit penurunan. Soal ini entah banyak dipengaruhi beragam kesibukan kawankawan.

Jika mau menelisik lebih jauh kecenderungan ini, hampir belakangan hampir sebagian kawankawan datang dengan tangan kosong. Padahal kita samasama tahu, motivasi awal KLPI adalah cara yang ditempuh untuk memperkaya pustaka karya tulis kawankawan. Jika ini kendor maka ke depannya perlu evaluasi besarbesaran mencari tahu apa soal dasar menurunnya minat tulis kawankawan.

Masalah lain yang juga serius adalah soal keterlibatan. Walaupun setiap kawankawan punya beragam kesibukan, bukan berarti KLPI dinomor duakan. Di titik ini perlu dipertanyakan seberapa jau h komitmen kawankawan mengasah diri di KLPI. Apakah KLPI memang telah kehilangan pesona daya tariknya, atau KLPI sudah tidak menguntungkan bagi kawankawan?

Tapi, apapun keadaannya KLPI akan terus berlanjut walaupun perhatian kawankawan mulai menipis tiap pekannya. Mudahmudahan yang terakhir ini hanyalah asumsi belaka.

Penulis: Bahrul Amsal

Anda sedang membaca catatan kelas menulis PI, pekan 20 di bahrulamsal journal.

meta

Comments are closed.

Podcast: Babanuroom Channel