Zaman
tak selamanya bisa dilawan. Yang mana di suatu waktu, arti sebuah perlawanan
adalah persepsi yang dibangun dari situasi yang melingkupi. Zaman boleh saja
meninggalkan halhal yang kita jaga dari percepatan waktu. Tetapi kekuatan
sebuah perlawanan selalu bermula dari seberapa besar persepsi yang kita berikan
kepada kenyataan. Dimana pada kekuatan persepsi, kenyataan menjadi berbeda dan
lain. Barangkali disinilah letak perbedaan orangorang besar, bahwa hakikat
kenyataan terkadang membutuhkan pikiran besar.
Zaman
Bahrul Amsal
Penulis buku Cara Pendidikan Diktator Menciptakan Homo Academicus (2025), Kawan Rebahan: Eksistensialisme, Tubuh, dan Covid-19 (2021), Jejak Dunia yang Retak (2012), dan Kontributor buku Telinga Palsu, Antologi 100 esai-esai pilihan Koran Tempo Makassar (2016). Mendirikan, mengasuh dan aktif di Kelas Literasi Paradigma Institute Makassar (2015), komunitas kajian Pojok Bunker Makassar (2015), dan komunitas Ngobrol Ngopi Kolektif Lemo-Lemo (2020). Dapat berkorespondensi melalui bahrulamsal@gmail.com.
-
Jujur saja, diam-diam Anda pernah menonton video-video Harun Yahya, yang namanya pernah santer disebut-sebut sebagai ilmuwan muslim. Suatu...
-
Ali Syariati muda Pemikir Islam Iran Dikenal sebagai sosiolog Islam modern karya-karya cermah dan bukunya banyak digemari di Indo...
-
Seni Memahami karangan F. Budi Hardiman SAYA merasa beberapa pokok dari buku Seni Memahami -nya F. Budi Hardiman memiliki manfaat...
Entri yang Diunggulkan
Yang Lebih Buruk dari Hukuman Penjara 1.000 Tahun
Jujur saja, diam-diam Anda pernah menonton video-video Harun Yahya, yang namanya pernah santer disebut-sebut sebagai ilmuwan muslim. Suatu...