13 Januari 2016

pliss..jangan menggonggong anjing!!


Kawan, mari dengarkan cerita saya. Tolong diperhatikan ya. Jangan gawai terus yang diurus. Barangkali kalian punya masalah yang sama. Baiklah. Jujur saya sangat khawatir dengan gonggongan anjing. Bisa dibilang sebenarnya saya takut terhadap anjing. Jadi bukan saja suara gonggongannya, tapi anjingnya kawan. Kalau dibandingkan, saya lebih takut anjing daripada gonggongannya. Apalagi kalau anjingnya yang menggonggong. Bukan main dua kali lipat takutnya saya. Biarpun kafilah sudah berlalu, ketakutan saya masih saja saya rasakan sampai sekarang.

Ceritanya begini. Dahulu kala, pada suatu waktu hiduplah seekor anjing dari negeri antah berantah. Dia hidup di perkampungan penduduk yang gemar memelihara anjing. Kebiasaan perkampungan itu memelihara anjing tiada lain untuk menjaga pekarangan rumah penduduk tetap steril dari para penyamun. Alhasil untuk membuat tetap bugar sehat wal afiat, anjinganjing yang tumbuh dibiarkan berkeliaran untuk menjaga agar peka terhadap setiap sudut kampung. anjinganjing yang dibiarkan tumbuh dengan alami, akhirnya menjadi anjing yang super cepat dan tangkas. Mereka tumbuh dengan luar biasa sempurna.

Celakanya, di sebelahnya, hiduplah kakak beradik yang selalu melewati perkampungan penuh anjing hanya untuk menunaikan sebagian dari agamanya; belajar mengaji. Malangnya, selain mesjid tempat mengaji jauh, kakak beradik ini harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Ini bukan karena pertimbangan setiap langkah kaki menuju mesjid akan dihitung sebagai pahala, melainkan hanya memang lewat kampung itulah jalan pintas yang paling dekat menuju mesjid.

Nah, perlu dijelaskan di sini, kakak beradik yang belum akil balik itu harus ke mesjid tiga kali selama seminggu. Jadi bayangkan selama tiga hari mereka harus menjaga kesucian badaniahnya dari gerayangan anjinganjing. Bagi anakanak seumuran mereka, menjaga kesucian badaniah adalah prinsip utama beragama. Masak kalau mendirikan sholat,  baju harus penuh dengan bulubulu kucing. Kan kata ustadz itu najis. Apalagi kalau itu bulubulu anjing. Wah bisa runyam di akhirat nanti.

Juga kakak beradik itu sering menghabiskan waktu bermain tanah. Masak ketika pergi mengaji tubuh masih penuh dengan tanah. Nanti di saat pergi mengaji, nanti dikiranya belum mandi. Seharusnya tubuh harus bersih kan? Biarpun manusia berasal dari tanah, bukan berarti badan harus penuh tanah saat menghadap Tuhan maha pencipta tanah bukan? Makanya itu tubuh harus dijaga sesucisucinya.

Maka godaan apalagi yang paling berat selain melewati perkampungan penuh anjing tanpa mengalami hadas. Bayangkan betapa beratnya ujian yang harus dilewati kakak beradik ini. Mereka harus berjalan dengan cara pelan sepelanpelannya. Seperti sudah terbiasa melewati pekarangan rumah yang memiliki anjing. Bersabar mengayunkan kaki mereka tanpa mengundang kecurigaan anjinganjing yang tidur bermalasmalasan.

Begitulah yang dialami kakak beradik ini sampai akhirnya tiba waktu suatu kejadian yang banyak mengubah segala hal. Termasuk trauma mendalam yang di alami oleh salah satu di antaranya.

Singkat cerita, ketika hobi berlari menjadi semacam kesenangan baru bagi kakak adik ini, di saat pulang mengaji ada inisiatif aneh untuk menguji kecepatan berlari  di antara mereka. Caranya sederhana, mengganggu anjinganjing yang sedang tidur bermalasmalasan.  Mekanisme kerjanya setelah beberapa meter  jauhnya dari anjing yang ditarget, kakak beradik ini memulai aksi nekadnya; membangunkan anjing yang pulas tertidur.  Caranya sederhana, hanya menirukan suara nyalak anjing dan sedikit memperlihatkan ancangancang berlari. Tak butuh berapa lama, umpan akhirnya di makan target.

Kawan, ini bukan mancing mania, yang ketika umpan telah dimakan maka tugas pemancing hanya diam ditempat sambil menarik ikan tangkapannya. Ini anjing kawan. Yang harus kamu lakukan setelah membuat gusar anjing yang sedang asikasiknya tidur siang adalah berlari sekencangkencangnya. Apalagi ini sebenarnya adalah uji kecepatan berlari. Karena itulah siapa yang paling cepat sampai di seberang jalan maka dialah juaranya. Jadi tak ada yang disebut, mancing mania, mantap!!!

Sial, tunggu dulu, sepertinya ada yang aneh. Bukankah kalau hanya untuk menguji siapa yang paling cepat berlari tidak harus mengikutkan anjing sebagai ujiannya bukan? Kalian hanya cukup menyepakati suatu titik sebagai tujuan akhir  yang mana siapa yang paling cepat sampai maka dialah juaranya kan? Bangsat. Ide siapa sebenarnya ini. Terlanjutr nasi sudah jadi bubur. Anjing itu sudah terlanjur berlari. Sudah tidak ada waktu lagi. Maka kakak beradik itu hanya bisa berlari sekuatkuatnya agar selamat dari rahang anjing kampung dewasa.

Dasar anakanak, dikepalanya belum bisa membandingkan kecepatan berlari anjing dewasa dengan kecepatan berlari anak kecil berusia dua belas tahun. Tamat SMP saja belum. Paling banter baru saja menuntaskan hapalan kalikalian sembilan sambil terseokseok dikalikalian delapan. Itupun setelah dipaksa oleh kepala sekolah yang senang mengagetkan muridnya dengan todongan pertanyaan kalikalian secara tibatiba. Jadi kalau tidak bisa menjawab akibat kaget mendapat pertanyaan ketika kepala sekolah masuk tibatiba, maka tunggu saja sampai terlambat pulang.

Sehingga modal utama kakak beradik itu hanya kesombongan dari keyakinan bahwa mereka  mampu mengalahkan kecepatan anjing berlari. Tapi ternyata itu hanyalah keyakinan di dalam kepala anak ingusan yang tak tahu diuntung.  Kejadian sebenarnya tidak sampai lima menit, posisi anjing yang semula masih terlihat jauh sudah berada beberapa meter dibelakang pantat tepos kakak beradik itu. Siapa sangka tuhan menciptakan mahluknya dengan kelebihan masingmasing. Ternyata anjing itu punya kecepatan berlari yang super cepat. Dan pantat dua anak ingusan yang jadi sasaran empuk anjing yang sedang gusar.

Entah dari mana anjing itu mendapatkan kekuatannya. Caranya berlari bukan seperti anjing panuan yang pincang akibat dihajar warga kampung. Yang ini sungguh anjing yang sehat. Entah vitamin apa yang diberikan pemiliknya. Hanya dengan perbandingan lima langkah berbanding satu, suara gonggongan anjing ini mirip sirine yang meraungraung di jalan raya yang padat. Dari caranya menyalak, jelas sekali anjing ini begitu bergairah melompati dua tubuh ceking anak ingusan yang menjadi targetnya. Ehm..keadaan nampaknya menjadi terbalik. Semula anjing ini yang dijadikan umpan berlari, tapi sekarang justru..akh kau tahulah siapa kawan.

Maka tak lama, ketika jarak bukan lagi penghalang antara dua mahluk tuhan yang berjauhan, dengan ijin yang di ataslah dua mahluk tuhan akhirnya dipersatukan. Kun faya kun, terjadi maka terjadilah, salah satu pantat dari dua anak manusia itu mau tak mau harus ikhlas disantap moncong anjing sialan tak tahu belas kasihan. Entah pantat siapa. Yang jelas bukan sang kakak yang menemukan takdirnya. Justru di sore itu, erangan sang adik membuat perlombaan itu menjadi nasib yang sial.

Ya, perlombaan itu nyatanya berubah menjadi bencana. Pantat sang adik akhirnya harus jadi ajang amukan moncong anjing. Celananya langsung sobek dicium mulut anjing. Sementara di pantatnya ada bekas gigitan anjing. Sampai di sini, kita tak tahu apakah saat itu sang anjing sudah menggosok giginya. Yang pasti, namanya anjing, giginya bukan main tajam kawan. Beruntung saat itu belum ada anjing stres akibat virus rabies. Kalau saja saat itu yang menggigit adalah anjing rabies, bisa jadi sudah banyak bekas suntikan di perutnya.

Setelah peristiwa itu terjadi, sang adik harus lama berdiam di atas tempat tidur menjaga pantatnya tetap steril. Dan kemudian, mereka berdua akhirnya kapok melewati perkampungan horor itu. Tidak lama dari kejadian itu, aktivitas mengaji jadi terhenti. Sementara sang kakak tibabtiba langsung kehilangan nyali saat melihat anjing. Apalagi mendengar suara anjing yang menyalak. Diamdiam sang kakak mengalami trauma berat pasca bencana. Ya, itu bencana kawan. Siapa yang mau pantatnya jadi santapan gratis anjing kudisan. Jadi ini bukan luka sederhana. Ini trauma yang super berat.

Kamu sudah paham kan siapa yang mengalami gangguan psikologis berat karena anjing. Sayalah orang yang kehilangan nyali kalau berhadapan langsung dengan hewan paling menakutkan sedunia itu. Bahkan saya pernah terjatuh dari motor akibat suara gonggongan anjing. Apa lacur maksud hati ingin menambah gas, justru berakhir mencium aspal jalanan. Karena itulah sampai sekarang saya trauma kalau mendengar orang menyalak, maka akan saya kira anjing. Apalagi kalau memang yang menyalak adalah anjing yang sebenarnya.

Fajar sudah besar, dan saya juga sudah besar. Yang saya sesali adalah trauma dan ketakutan saya yang semakin akut. Musababnya akhirakhir ini kalau malam, semakin banyak anjing berkeliaran di rute jalan yang sering saya lalui. Jadi pliss.. kalau kamu bertemu saya di jalan jangan sampai berteriak, apalagi menyalak, seperti yang saya bilang, kamu akan saya kira anjing. Cukuplah gerombolan berjubah saja yang sering menyalak. Mereka sebelas duabelas seperti anjing. Omongomong apakah kamu tahu cara menyembuhkan penyakit saya?


Kunci Motor Sialan!

Saya itu orangnya sering kali banyak lupa. Termasuk halhal sepele. Saya seharihari  untuk ke manamana selalu menggunakan sepeda motor. Ke kampus naik motor, berkeliling mencari warkop naik motor, apalagi jalan memutarmutari kota pasti naik motor. Nah, di saat memarkir motor inilah saya sering lupa mencabut kunci dari katub motor. Entah kenapa itu sering terjadi, tapi itulah kenyataannya.

Untuk kelalaian ini saya harus banyak berterima kasih kepada orangorang yang sering menemukan kunci saya yang tergantung begitu saja. Biasanya mereka adalah tukang parkir. Coba bayangkan kalau itu ditemukan oleh orang lain. Misalnya pemuda pengangguran yang sedang lewat, sementara di kepalanya punya niat jahat lantaran hidup terluntalunta akibat krisis ekonomi. Urusannya bisa tambah runyam. Atau misalnya tukang parkirnya adalah orang yang ternyata mantan residivis kelas kakap.

Tapi ternyata masih ada orang baik. Termasuk tukang parkir yang rela berpanaspanasan itu. Bagaimana kalau motor kita tibatiba raib entah ke mana, sementara tukang parkirnya hanya bisa bengong dengan simpritan yang masih menempel di mulut ketika ditanya. Kan bisa bikin jantung copot tibatiba. Apalagi kalau saat itu ada urusan penting misal harus bayar rekening listrik yang jatuh tempo. Gawat.

Pernah suatu kali tak ada tukang parkir yang menemukan kunci saya yang hilang. Saat itu saya pikir memang tak ada tukang parkir. Apalagi tempat yang disinggahi memang bukan tempat yang memiliki lahan parkiran. Sehingga motor ditaruh begitu saja setelah distandar. Tanpa pikir panjang saya langsung bergegas pergi. Lama saya bertandang. Dan ketika pulang, astaga kunci motor tidak berada di saku celana. Pasti masih berada di motor. Benar saja.Untung masih menggelantung seperti semula. Juga motor tidak raib begitu saja. Hampir saja.

Kalau saya kemanamana, biasanya selalu tersedia tas kecil yang saya bawa. Maklum saya ingin kalau kemanamana tidak lagi ribet dengan tas ransel yang super besar. Tidak seperti dulu yang mana tas ransel merangkap jadi lemari. Jadi kalau kemanamana mirip orang yang mau mengungsi dengan tas terisi penuh bajubaju. Itu dulu waktu masih hidup nomaden. Sekarang sudah tidak. Alhamdulillah.

Sekarang justru hanya berupa tas kecil yang simpel dibawa pergi. Isinya juga semakin sedikit, hanya beberapa buku dan satu lembar baju. Serta kabelkabel cas untuk persiapan charger. Flash disk. Gunting kuku. Headset. Dan tidak lupa bulpen dan kertaskertas tidak jelas. Nah di tas inilah biasanya saya menyisipkan kunci motor.

Jadi biasanya kalau kunci motor lupa dicabut dari induknya, maka di dalam tas kecil itulah saya sering mencarinya. Setelah merogokrogoki di dalam saku celana, maka di dalam tas itulah terkadang saya menemukannya. Hanya saja beberapa kali saya tidak menemukannya di dalam kantung tas kecil hitam itu. Kalau sudah begini rasarasanya kepanikan mulai melanda. Aduh ditaruh di mana kunci kecil itu. Sialan.

Yang bikin menjengkelkan jika itu terjadi di saatsaat penting. Misalnya di saat terburuburu janjian bertemu bapak presiden. Rasanya ingin berteriak saja. Puki mak! Jangan di saat sekarang, ketika ada agenda penting. Asu! Di mana lagi besi kecil itu di letakkan. Setelah keringat habis disapu udara kering, astaga, ternyata masih setia tergantung di atas motor. Dasar tak tahu diuntung. Menjengkelkan.

Kejadian macam itu akhirnya jadi pengalaman yang sungguh tidak mengenakkan. Saking seringnya terjadi, temanteman sering bercanda coba kuncinya di miss call. Taik! memangnya handphone apa. Tapi seandainya kunci motor punya teknologi mirip handphone, sehingga bisa di hubungi via jaringan, maka saya orang pertama di dunia yang akan membelinya. Sudah pasti itu. Sungguh.

Pernah ada teknologi semacam itu, yang bisa dijadikan alat jika kunci atau barangbarang kecil lainnya lalai ketika disimpan. Alat itu dijual oleh spgspg bersamaan barangbarang semisal pencukur kumis, kanebo, baterai, bahan pencuci motor, atau bendabenda lain yang dibawanya dalam tas hitam besar. Alat itu semacam gantungan kunci yang bisa berbunyi jika menangkap suara. Jadi cara kerjanya, alat itu akan mengeluarkan bunyibunyian ketika kita mengeluarkan suara lewat siulan atau bertepuk tangan. Nah, lewat suara alat itulah kita bisa tahu di mana letak kunci yang sempat hilang akibat digantung alat unik ini.

Namun sayang, alat itu hanya dibekali baterai yang gampang soak. Juga kemasannya lebih mirip hadiah makanan ringan yang sering diselipkan untuk membuat anakanak ingusan sumringah ketika menemukannya sebagai hadiah di siang bolong. Makanya saya urung membelinya. Begitu pula saya sanksi, kok bisabisanya ada alat seperti itu. Aneh bin ajaib. Sudahlah, tanpa alat itu saya juga masih sering beruntung kalau kehilangan kunci motor.

At last, saya akhiri dulu tulisan ini bung. Persetan dengan alat macammacam itu. Emosi saya sudah setinggi gunung kilimanjaro. Semoga kamu juga tidak bakalan naik pitam. Kalau naik haji bolehlah. Itu sebaikbaiknya usaha. Semoga haji kalian mabrur. Semabrurmabrurnya. Dan...waduh sepertinya saya sudah gagal fokus. Bangsat! Ini karena besi kecil itu hilang lagi. Oke bung. Emosi saya bakalan meledak. Saya harus bergegas mencari kunci sialan itu. Taik.


Yang Lebih Buruk dari Hukuman Penjara 1.000 Tahun

Jujur saja, diam-diam  Anda  pernah menonton video-video Harun Yahya, yang namanya pernah santer disebut-sebut sebagai ilmuwan muslim. Suatu...