Terkisah: Seorang Rabbi selalu meninggalkan Sinagognya pada
saat-saat tertentu dalam kebaktian penebebusan dosa. Dengan curiga sang murid
mengikutinya diam-diam, "jangan-jangan sang Rabbi bertemu dengan Tuhan
saat ia pergi" begitu dalam benak sang murid. Sang murid kaget ketika ia
mendapati sang Rabbi berganti pakaiannya dengan pakaian petani kasar dan pergi
kesebuah rumah cacat dan disana ia membersihkan rumah dan menyiapkan makanan
untuk sang cacat. Ketika sang murid kembali, ia ditanya "Apa yang engkau
dapatkan, apakah sang Guru naik ke Surga?", "Tidak, Bahkan Ia berada
di tempat yang lebih tinggi", jawabnya..
16 Juni 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
Yang Lebih Buruk dari Hukuman Penjara 1.000 Tahun
Jujur saja, diam-diam Anda pernah menonton video-video Harun Yahya, yang namanya pernah santer disebut-sebut sebagai ilmuwan muslim. Suatu...
-
Ali Syariati muda Pemikir Islam Iran Dikenal sebagai sosiolog Islam modern karya-karya cermah dan bukunya banyak digemari di Indo...
-
Seni Memahami karangan F. Budi Hardiman SAYA merasa beberapa pokok dari buku Seni Memahami -nya F. Budi Hardiman memiliki manfaat...
-
Judul : Mengapa Aku Begitu Pandai Penulis: Friedrich Nietzsche Penerjemah: Noor Cholis Penerbit: Circa Edisi: Pertama, Januari 2019 Tebal: ...