15 July 2010

Puasa; Romantisme perlawanan, Gerak Kreatif pembebasan dan Pilihan

"Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa" (al-Baqarah, 2:183). 

Puasa adalah ibadah yang menjadi perintah Allah bagi umatnya. Ibadah ini menempati posisi penting diantara seluruh ajaran Agama Islam. Namun, sejarahnya, puasa bukanlah ibadah yang sepenuhnya terdapat dalam Islam saja. Dituliskan pada ayat diatas tersirat khabar bahwa puasa sudah dijalani oleh umat-umat terdahulu sebelum Rasul hadir. Dalam literatur yang ada disebutkan bahwa Nabi Musa pernah mendapatkan wahyu agar dirinya berpuasa selama empat puluh hari sebelum diturunkan kitab Taurat untuknya. Puasa yang dijalani Musa pada saat itu adalah puasa khusus yang diperuntukkan untuknya sebagai persiapan ruhani untuk menerima wahyu dari Tuhan. Puasa disini dimaknai sebagai ibadah yang berdimensi individu.
Disebutkan pula pada kaum nasrani puasa dijalankan sebagai keyakinan agama yang mesti mereka jalankan.Dalam mazhab ortodoks misalnya Dalam mazhab ini, Puasa Besar dianggap sebagai puasa yang paling penting, masanya selama 50 hari dan berakhir pada kebiasaannya pada hari Raya Kiamat. Mereka juga berpuasa selama 40 hari yang dinamakan Puasa Kelahiran, bermula dari 25hb. Nov. sehingga 6 Januari, iaitu sebelum berlangsung Raya Kelahiran. keyakinan ini dapat dirujuk dalam keyakinan mereka dari kisah Nabi Yunus yang berpuasa selama tiga hari dalam seminggu. Puasa ini dinamakan oleh mereka, puasa paramount.