Selasa, 10 Januari 2017

Harmoni Daun Mangga

Daun mangga bergoyang-goyang diterpa angin
Bergesekan dengan daun di sebelahnya
Tapi bukan seperti suara yang pekak di gendang telinga
Suaranya lebih mirip suara ombak tapi tanpa gelembung-gelembung

Dahannya kuat menghujam di pokok batang
Biar angin bertubi-tubi datang tidak gentar
Justru tidak akan tumbang selain tembang suara yang
ibarat bisikan yang dibawa angin, tapi tanpa buih seperti gelombang

suara gesekan daun mangga mendayu-dayu di antara suara menara-menara masjid
membuat harmoni alam di antara bunyi-bunyian pasir yang ditiup angin
pasir pokok pasti bertahan diterpa angin, yang tak kuat menahan pergi disebut debu
daun mangga masih bergoyang kuat pokok dihujam batang

Hai orang-orang, jadilah seperti daun mangga
Tetap kokoh ditiup angin bertubi-tubi sampai hari berganti hari
Daunnya mengeluarkan suara harmoni dari gesekan di antaranya
Bukan bunyi-bunyi yang memekakkan daun telinga

Panggilan azan telah datang, suara daun mangga berhenti ketika angin padam
datanglah dengan kasih, melalui hati yang mengujam pokok
biarlah benci disapu pergi masa diterpa hari hilang disebut kearifan
seperti daun mangga bersama suara gesekannya, meninggalkan harmoni 
sampai di batang pokok 

Tidak ada komentar: