Friday, October 7, 2016 in

Alkisah Suatu Amsal

Dulu kau bilang kau suka biru
Juga lumbalumba
kala kita masih belum tahu apa semua ini
saat namanama itu disebut berlalu
bersama waktu yang lapuk
Suatu waktu pula kita mulai dari
perbincangan yang entah bermaksud apa
bahwa dikau ingin dunia berbalik
Tapi kau ingin menungganyinya sekaligus
Di dalam waktu dan kembali di hari yang gerimis
Juga pernah engkau dengar suatu kabar
dari pulaupulau imajinasi tentang
pelangi yang tak padam jika hujan mengering
di saat itulah suatu nama aku beri
Untuk dikau buat aku sebut
Pernah pula amarah hebat tak bisa kita bendung
yang tibatiba membikin jalan bak onak
mengusik kecewa, membikin menjadi
hampir pupus, tapi itu sudah luput
dari berbilang putaran jam
hingga kini, sekarang, saat kau masih suka
Biru juga lumbalumba, dan aku
Seekor kelinci yang menyukai langitlangit
Di situ suatu bulatan membentang
Dan harihari pasti berlalu, namun kita sudah memilih di antara berbilang misteri
yang seperti tak pernah luput dalam benak
Kita bisa seperti sekarang, karena dunia 
banyak amsalamsal, dari situ kita becermin, dari sana kita mengambil nafas
dari situ kita bakal mengayuh sampai bahtera sejauhnya

Literasi populer